Sambutan

"Hati-hati.. Anda sedang ditemani hasil perbuatan jari tangan Musha"

Senin, Desember 31, 2012

#Saksi Hidup Ketidaktahuan


Terkadang kita terlalu mengacuhkan keadaan sekitar. Kita hanya peduli dengan keadaan yang dapat membuat kita bahagia. Pikiran kita sering terperangkap oleh nafsu untuk memperoleh dan menikmati kebahagiaan itu. Tanpa kita sadari, sesungguhnya kebahagiaan itu tidak akan pernah lahir jika tidak ada rasa kesedihan. Karena semua orang pasti ingin melahirkan sebuah kebahagiaan setelah terperangkap dalam lubang kesedihan.
Mungkin beberapa fakta di bawah ini pernah kita alami dan rasakan kehadirannya. Untuk itu, perhatikanlah dengan seksama.

Kita sering merasa tidak ada halangan ketika melakukan suatu perjalanan. Hal ini membuat kita lebih mudah mencapai suatu tujuan. Dan itu pasti membuat kita bahagia. Tapi, bagaimana dengan orang ini ?








Dan dia bahagia. Karena ia tidak mau rezekinya lenyap lantaran serangan banjir.
Pernahkah kita merasa kekurangan uang ? pasti kita sedih dengan keadaan tersebut. Tapi, bagaimana dengan orang ini ?
 

Dan dia Bahagia. Karena masih bisa melakukan hal ini daripada berdiam diri. Walaupun dipikirannya masih mengharapkan yang terbaik lagi.

Di saat  kita masih di bangku sekolah, ingatkah ketika kita merasa malas saat pergi ke sekolah ? kita meminta kepada orang tua membelikan motor untuk bepergian ke sekolah ?  Ingatkah kalau kita pernah melakukan semua itu ? Tapi, bagaimana dengan mereka ?

Dan mereka Bahagia. Karena mereka yakin sebagian masa depan dan cita-cita mereka bergelantungan di jembatan itu.

Namun, kita sering lupa dengan keadaan orang lain. Kita hanya memperhatikan keadaan yang ada pada kita. Keadaan yang kita anggap membahagiakan hanya dinikmati sendiri. Kita teralu asik menikmati fasilitas belajar mengajar seperti ini.
 







Tapi, bagaimana dengan ini?

Ikhwafillah sekalian. Bersyukurlah apapun keadaan kita sekarang. Karena Allah telah memperingatkan dalam Al-Quran :
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Nikmatnya ahli syukur ialah akan bebas dari fikiran yang sia-sia, dari menyusahkan dirinya, bahkan akan dimudahkan oleh Allah untuk mendapatkan nikmat-nikmat yang belum terpikirkan olehnya.
Kita yakinkan dalam diri kita : kita banyak angan-angan dan keinginan yang kita harapkan, tetapi tidak semua yang diharapkan akan kita dapatkan, kewajiban kita adalah mensyukuri apa yang kita peroleh, maka jadilah manusia Ahli Syukur.
So.. Masih mau ngerayain yg kata orang2 malam ini tahun baru..? Sementara masih byk sdr2 kita yg seperti nenek di atas sedang kebingungan mencari sesuap nasi.. tega kah kalian kalau diluaran sana, byk org2 yg seharusnya merasakan sebagian rezeki kita, kini hanya terpana melihat lembaran2 rupiah berubah menjadi percikan api dan dentuman terompet..? rela kah kalian membiarkan mereka menjadi saksi hidup ketidakpedulian kita terhadap sesama manusia..?
Sudi kah kita membiarkan mereka menjadi saksi hidup ditengah ketidaktahuan kita akan sejarah january ?Semoga tulisan ini bisa menjadi alarm pengingat yg bisa membangunkan kita dari ketidaktahuan itu..

2 komentar:

  1. Mantap ka, seorang muslim haruslah juga mengamati lingkungan sekitarnya...
    masukkan jw ka lah blog ana di pasukan antum,,hehe
    Jembatanpena.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Syukron akhi..
    ,ni sdh gabung Jembatanpena.blogspot.com di pasukan ana..
    Join ya akhi..

    BalasHapus