Sambutan

"Hati-hati.. Anda sedang ditemani hasil perbuatan jari tangan Musha"

Selasa, Maret 27, 2012

Pelangi dan Kuisioner

Assalamualaikum Wr. Wb
"Pelangi-pelangi  alangkah indahmumerah kuning hijau di langit yang biru
Pelukismu Agung Siapa gerangan
Pelangi pelangi ciptaan Tuhan"
barisan lirik di atas mengingatkan ane pada masa ketika diri ini masih bau kencur, ketika diri ini masih manja-manja dengan mama, abah, kaka, dan ketika diri ini sudah 5 tahun berada di bumi Allah. Sentuhan musik dan nada lagunya membuat bocah-bocah pada masa itu menari dan bertepuk tangan sambil memberikan suara mereka dengan penuh semangat. Dan sekarang ane baru menyadari bahwa lagu itu diajarkan kepada bocah-bocah bukan hanya karena membuat mereka senang, tetapi , sudah sejak kecil bocah-bocah itu diajarkan Tauhid. Bahwa hanya ada satu yang dapat menciptakan pelangi nan begitu indah, hanya ada satu yang Agung, Dia-lah Tuhan. Allah SWT.. Alhamdulillahirabbilalamin.. Shalawat serta salam tidak akan pernah bosan2nya kita curahkan kepada Laki-Laki Paling Adil yang perah ada di dunia ini, Nabi Muhammad SAW berserta keluarga sahabat kerabat serta para pengikut beliau hingga akhir zaman. Aamiin..
back to katalog(ke masa lalu katanaya)..
ketika ane kelas 2 SMA, masa dimana ane masih berpikir bahwa yang terpenting itu ibadah kita kepada Allah. Setiap aktivitas kita selalu di awasi oleh Allah SWT. Pada masa itu ane msh labil dalam hal aturan2 Islam mengenai hubungan sesama manusia. Jadi, ane pernah dapat kuisioner :
"Isilah kuisioner ini dengan sejujur-jujurnya demi pendataan yang dapat dibuktikan. Segala identitas anda akan kami rahasiakan"


1.  Apakah anda pernah pacaran ? A. Ya  B. Tidak
2.  Sejak kapan anda mengenal kata pacaran ? A. SD  B. SMP  C. SMA
3.  Jika Nomor 1 ya, sudah berapa kali Anda Pacaran ? A. 1-3 kali  B. >3 kali  C. >5 kali
4.  Jika Nomor 1 ya, apakah yang membuat anda pacaran ?
5.  Jika Nomor 1 ya, apa yang menjadi keuntungan pacaran ?

waahhh.. kuisioner itu nampak seperti ujian bagi ane.. karena yg jd trending topic adalah pacaran.. pada waktu itu, ane suka ikut2an teman. melihat teman2 ane begitu serius menjawab, yaa.. ane menganggap biasa2 saja.. anak muda coyy.. bahkan ketika ane melihat salah seorang teman ane menjawab, dikertas itu tertulis jawaban oleh sebuah pena yang dipegangnya..
1. A. Ya
2. A. SD
3. A. 1-3 kali
4. ya, sudah jamannya.. masa anak SMA masih belum pmya gandengan..
5. ya, demi kebaikan lah.. belajar membina rumah tangga kedepannya..


jam istirahat telah usai.. dan tidak tau lg kelanjutannya karena saat menulis ini, ane cuma inget sampai situ. Terlepas dari masa SMA ane.. ane mau menyampaikan sedikit ilmu, boleh ?? ( bg yg tidak mw melanjutkan bacaan ini silahkan, bg yg mw melanjutkan ya terimakasih )..masih mengenai "pacaran"(pacaran sebelum menikah)  ..


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)


Mendekatinya saja Allah sudah melarang. Apakah berpacaran termasuk dalam konteks mendekati zina ? belum lagi ketika pacaran, saling memandang, melangkah, dan memegang yang bukan halal untuk saling bersentuhan..

Berpacaran adalah suatu hal yang lumrah di kalangan muda-mudi sekarang. Padahal, perbuatan tersebut merupakan suatu perangkap setan untuk menjerumuskan anak cucu Adam ke dalam perbuatan zina. Dalam perbuatan berpacaran itu sendiri sudah mengandung sekian banyak kemaksiatan, seperti memandang, menyentuh, dan berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya, yang notabene merupakan zina mata, lisan, hati, pendengaran, tangan, dan kaki. Itulah diantara hal-hal yang dapat mengantarkan anak cucu Adam kepada perbuatan zina. Barangsiapa menjaganya, selamatlah agamanya, insya Allah. Sebaliknya, barangsiapa lalai dan menuruti hawa nafsunya, kebinasaanlah baginya. Kita berlindung kepada Allah dari kejelekan diri-diri kita

Menyentuh wanita yang bukan mahram adalah perkara yang di anggap biasa dan lumrah ditengah masarakat kita. Disadari atau tidak, perbuatan tersebut merupakan pintu setan untuk menjerumuskan anak Adam kepada perbuatan fahisyah (keji), seperti zina. Oleh karena itu, Islam melarang yang demikian itu, bahkan mengancamnya dengan ancaman yang keras. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لأَنْ يَطْعَنَ فيِ رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

“Seorang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi adalah lebih baik ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani, no. 16880, 16881)

Dalam hadits ini terdapat ancaman yang keras bagi orang yang menyentuh wanita yang tidak halal baginya. Hadits tersebut juga sebagai dalil tentang haramnya berjabat tangan dengan wanita (yang tidak halal baginya). Dan sungguh kebanyakan kaum muslimin di zaman ini terjerumus dalam masalah ini. (Lihat Ash-Shahihah, no. 1/395) Dalam hadits lain dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنْ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَاْلأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Ditetapkan atas anak cucu Adam bagiannya dari zina akan diperoleh hal itu tidak mustahil. Kedua mata zinanya adalah memandang (yang haram). Kedua telinga zinanya adalah mendengarkan (yang haram). Lisan zinanya adalah berbicara (yang haram). Tangan zinanya adalah memegang(yang haram). Kaki zinanya adalah melangkah (kepada yang diharamkan). Sementara hati berkeinginan dan berangan-angan, sedang kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Muslim no. 2657)


Para pembaca yang dimuliakan Allah, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati seorang hamba, itu semua akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat kelak. Yang pada hari itu anggota badan seorang hamba; tangan, kaki, dan kulit akan menjadi saksi atas apa yang telah mereka perbuat. Manusia adalah tempat kesalahan dan dosa. Semua anak cucu Adam pernah berbuat kesalahan. Sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang paling cepat bertaubat.Tolak ukur kebaikan seorang hamba bukanlah terletak pada pernah atau tidaknya dia berbuat kemaksiatan. Akan tetapi yang menjadi tolak ukur adalah orang yang segera bertaubat manakala berbuat kemaksiatan, serta tidak terus menerus berada dalam kubangan kemaksiatan.

Segeralah bertaubat, wahai hamba-hamba Allah, sebelum ajal menjemputmu! Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera. Maka mereka Itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, barulah ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” dan tidak pula diterima taubat orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (An-Nisaa’: 17-18)

Sekian, ungkapan hati dan pikiran yang ane abadikan di sini dengan sedikit tambahan dari referensi yang lain, ane pun adalah manusia yang tidak pernah luput dr yang namanya kesalahan baik disengaja maupun yang tidak disengaja. Maka, dari itu, beristigfarlah kita ketika melihat, mendapati atau bahkan telah melakukan kesalahan yang dilarang oleh Allah SWT. Terimakasih, Kesalahan dan Kekurangan pantas dimiliki manusia agar tidak sombong dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT..
Jazakumullah Khairan Katsir..








Tidak ada komentar:

Posting Komentar